Afif's posts with tag: manusia = alien

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
Blog EntryManusa = alien. Benarkah?May 29, '08 4:16 AM
for everyone

Apa? Manusia sama dengan alien? Kenapa, mengapa? Pasti pertanyaan-pertanyaan itulah yang muncul dalam pikiran Anda bukan! Alien yang kita tahu atau yang kita lihat di film-film hasil special efek hollywood hanyalah rekayasa bentuk menurut imajinasi manusia yang belum tentu benar keberadaannya. Sedangkan, bentuk sesungguhnya atau ada tidaknya alien itu sendiri masih dalam perdebatan. Anehnya mereka (dalam hal ini barat) tidak menyadari bahwa alien atau makhluk asing yang kini menguasia bumi yang kita kenal dengan sebuatan manusia yang berarti kita sendiri adalah alien. Kenapa? Ok, alasan yang akan saya kemukakan sederhana saja tapi efeknya cukup dahsyat karena jelas-jelas bertentangan dengan teori evolusi Charles Darwin dan sekaligus meruntuhkannya. Sekali lagi alasannya sangat sederhana; alien adalah makhluk asing, lalu manusia? Ya manusia juga adalah makhluk asing karena asal muasal penciptaan manusia bukanlah di Bumi. Awal penciptaan manusia terjadi di alam yang memang belum kita kenal saat ini, manusia yang diciptakan pertama kali itu bernama Adam, kemudian Hawa dan mereka tinggal bersama-sama di syurga. Setelah beberapa lama kemudian dengan skenario yang telah diciptakan oleh Allah SWT Adam dan Hawa diturunkan ke Bumi dan menjadi penguasa (pemimpin/khalifah) atas segala makhluk yang berada di dalamnya.

 

Jadi jelas, manusia pertama yang menghuni bumi bukanlah berasal dari manusia purba dan bukan dari hasil perubahan bentuk atau evolusi dari kera (monyet) seperti teori nyeleneh yang dilontarkan Charles Darwin melainkan manusia cerdas dan sangat beradab (civilized) yang berasal dari peradaban super maju bahkan sempurna yaitu syurga.

 

Itulah pula salah satu alasan kenapa manusia dipilih oleh Allah sebagai khalifah di muka bumi, karena manusia adalah makhluk paling cerdas, makhluk yang memiliki peradaban, pengetahuan, kemampuan berpikir, mampu membeda-bedakan bentuk, warna, rasa, dan suara. Selain itu manusia juga telah diberi kesempurnaan berupa bentuk yang paling baik di antara makhluk-makhluk ciptaan Allah lainnya, seperti termaktub dalam QS. Al-Israa: 70 Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.”

 

Namun demikian tidak berarti bahwa semua manusia mampu memanfaatkan potensinya secara maksimal. Sekali lagi perlu kita tekankan bahwa pada dasarnya manusia mampu membedakan mana yang baik dan buruk, benar dan salah, bagus dan jelek, lurus dan bengkok, dan seterusnya, tetapi ada hal-hal yang dapat membuat manusia lupa sehingga nuraninya tertutup dan hanya mampu melihat satu jalan saja yaitu jalan yang buruk atau salah. Hal ini dapat terjadi karena nurani manusia ditutupi oleh tabir yang telah diciptakan oleh syaitan yang memang memiliki tugas utama menyesatkan manusia dari jalan kebenaran.

 

“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya 'auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman.” (Q.S. Al-A’raaf: 27)

 

Manusia akan tetap cerdas dan mampu memilih jalan yang benar apabila nuraninya tetap terikat dan selalu berusaha untuk mencari petunjuk yaitu peraturan yang telah ditetapkan oleh Allah yang dituangkan dalam al-Qur’an dan risalah yang disampaikan oleh Rasulullah melalui hadits. Dengan demikian kemungkinan manusia terpeleset ke jalan yang salah dapat terhindar atau jikapun tetap terjadi ia mampu memperbaiki diri dan kembali ke jalan yang lurus. Namun manusia adalah makhluk yang diciptakan dengan segala keterbatasan, baik secara fisik maupun kemampuan untuk memanfaatkan potensi pikirannya. Manusia yang satu dengan yang lain masing-masing memiliki perbedaan dalam hal kemampuan secara berfikir maupun bertindak. Yang satu bisa saja memiliki kecerdasan menuangkan ide-ide pikiran dalam bentuk tulisan, yang lain pintar menuangkan ide dalam bentuk lisan, ada pula yang tak pandai berbicara namun efektif dan cerdas dalam tindakan. Tapi justru perbedaan ini akan menjadi media pembelajaran satu sama lain, belajar untuk memahami perbedaan itu dan pada akhirnya satu sama lain akan saling membutuhkan pertolongan karena orang lain memiliki kemampuan yang tidak dimilikinya. Inilah yang dimaksudkan dengan perbedaan yang membawa rahmat. Tentunya masih banyak contoh-contoh lain yang bisa kita lihat dari adanya perbedaan di antara manusia.

 

Seperti yang dituangkan oleh Mudjoni Abdullah dalam buku yang berjudul “Menjelajah Dimensi Ruang Alam Fana dan Baqa” yang diterbitkan oleh HDH menjelaskan bahwa ketika manusia telah mati, yaitu saat ruh telah terpisah dari jasad maka saat itu ruh manusia telah memiliki kecerdasan sebagaimana awal ia diciptakan. Jadi fisik jasad manusialah yang merupakan benda fana yang membatasi kecerdasan manusia ketika hidup di dunia. Setelah ruh melepaskan/terlepas dari jasad ia menjadi makhluk yang cerdas, misalnya saja ketika proses hisab atau ketika terjadi tanya jawab di alam kubur Malaikat yang bertugas menanyai ruh tersebut menggunakan Bahasa Arab, maka ruh tidak perlu lagi belajar untuk dapat berbicara dengan B. Arab. Selain itu, ruh pun dapat mengetahui dan menyadari segala kesalahan yang telah diperbuatnya selama hidup tanpa perlu ditunjukkan apa-apa kesalahannya.

 

Kembali lagi ke permasalahan bahwa manusia adalah makhluk cerdas yang memiliki nenek moyang berasal dari suatu negeri yang sangat-sangat maju dan telah diciptakan dengan sangat sempurna oleh Yang Maha Pencipta yaitu syurga. Jadi teori-teori evolusi yang dikemukakan oleh Charles Darwin tidak akan mampu menggapainya, karena diciptakan hanya berdasarkan oleh kedangkalan akal manusia yang ditutupi oleh kekotoran jasad dan memperturutkan keinginan syeitan untuk menyesatkan sesamanya. Jika memang manusia dan makhluk lain di muka Bumi ini berasal dari suatu benda atau makhluk yang berevolusi, kenapa evolusi itu tidak terus berjalan sehingga tentunya saat ini kita telah melihat banyak perubahan-perubahan yang terjadi baik pada manusia maupun pada makhluk lainnya. Orang yang memiliki hati nurani yang bersih tentu dapat melihat dan memahami bahwa kebenaran penciptaan dan asal-muasal manusia dan makhluk-makhluk lainnya ada karena ada yang menciptakan, yaitu Allah Yang Telah Menciptakan.

 

Wallahu'alam bishshawab.


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help